Minggu, 03 Mei 2015

Kertas Putih

saat dihadapkan pada sebuah kertas putih
aku bingung, harus aku apakan kertas itu?
kalau saja aku masih anak-anak
pasti sudah aku lipat-lipat dan aku bentuk
menjadi pesawat terbang, perahu, bunga,
katak, topi, atau
aku ambil krayon
lalu aku corat-coret sesuka hatiku
tapi, sekarang usiaku sudah dua puluhan tahun
urusan melipat kertas menjadi
hal yang tidak penting
kecuali kertas yang berhubungan
dengan uang atau tagihan
seharusnya aku bisa menulis sesuatu
di kertas putih itu
tapi apa ya?
apa aku harus menulis semua masalahku?
kebahagiaanku?
atau apa?
bukankah semua itu akan berlalu
belum lagi tulisanku jelek
takutnya banyak yang salah saat aku nulis
kan sayang kalau kertas putih itu menjadi kotor
andai saja aku tidak menemukan kertas putih itu
aku tidak akan sebingung ini
tapi entah mengapa kertas putih itu
selalu ada setiap aku bertambah usia
bagaimana kalau aku sobek?
bagaimana kalau aku remas
dan aku buang?
ah…, bisa-bisa nanti aku menyesal
aduuuh…apa yang harus aku lakukan dengan kertas putih itu?
krik…krik…kr
ik…krik…krik
krik…krik…kr
ik…krik…krik
krik…krik…kr
ik…krik…krik (bunyi jangkrik)
ya sudahlah
aku simpan saja
kusimpan di tempat yang bersih
biar tetap putih
bla…bla…b
la…bla..
.bla…bla…bl
a…bla…bla
…bla…bla…
bla…bla…
setahun kemudian
kertas putih itu tetap putih
dan aku juga menjadi putih
entah kulitku, entah hidupku
tidak ada warna lain
hanya putih



(3 Mei 2015
di rumah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar