Beberapa jam lagi kita
akan meninggalkan tahun 2014 dan menyambut 2015. Detik-detik pergantian tahun alangkah
baiknya kita gunakan untuk merefleksi diri tentang segala apa yang telah kita
lakukan di tahun 2014. Kisah demi kisah kita alami sepanjang 2014. Pastinya ada
momen yang menyedihkan, menggembirakan, menyakitkan, memilukan, menjengkelkan, dan
masih banyak rasa yang lainnya. Saat merasakan sedih, apakah air matamu
terbuang sia-sia, apakah air matamu menetes untuk orang yang pantas, apakah
kesedihanmu wajar untuk kamu rasakan. Saat merasakan gembira, apakah kegembiraan
itu kamu dapatkan sendiri, apakah kegembiraan itu karena orang lain, apakah
kegembiraan itu membuatmu puas dan ingin kamu ulangi lagi. Saat merasakan marah,
apakah alasanmu sudah tepat ketika kamu marah, apakah kamu menyesal setelah kemarahan
itu. Ingatlah sejenak momen-momen tersebut…
Apakah di tahun 2014
kamu merasakan kebahagiaan? Aku yakin pasti ada. Kebahagiaan yang didapat
dengan cara yang benar pastilah banyak orang yang menyukai. Kebahagiaan yang
didapat di tahun 2014 pastilah ingin diulangi lagi di tahun 2015. Pertahankan.
Apakah di tahun 2014
ada harapan yang belum tercapai? Atau melakukan banyak perjuangan secara
maksimal tapi tidak membuahkan hasil? Mungkin ada. Di samping membuat harapan
baru di 2015, tetaplah melanjutkan harapan yang belum tercapai itu. Jangan mudah
menyerah, teruslah berusaha, sukses bukan untuk orang yang bermalas-malasan
tapi untuk orang yang mau terus berusaha. Anggaplah kegagalan sebagai proses
mendewasakan diri. Tantangan akan membuat kita terlatih untuk mengambil keputusan,
karena menghadapi sebuah pilihan itu tidak mudah.
Mungkin kita pernah diremehkan,
disisihkan, tidak dianggap, bahkan dibuang. Apa yang harus kita lakukan? Menerima
begitu saja? Menyerah? Pasrah? Atau kabur mencari lingkungan baru? Tidak! Kita harus
bisa membuktikan pada mereka kalau kita bukan seperti apa yang mereka ucapkan. Kita
sama-sama manusia, tidak ada yang perlu ditakutkan. Bukan berarti kita harus
melawan mereka satu per satu di atas ring, tapi kita lawan dengan pembuktian. Kita
hanya takut pada Tuhan. Lihat dirimu, cari tahu mengapa mereka bisa bicara
seperti itu, buat mereka malu karena telah bicara seperti itu padamu. Jangan mencari-cari
alasan untuk menutupi diri, menemboki diri dengan hal-hal yang hanya akan
membuat kita lambat bergerak. Yakinkan dalam hati, YOU CAN FIGHT BACK!
Mari kita sambut 2015 dengan
semangat dan keceriaan yang baru, kurangi kegalauan. Terima kasih 2014.
Selamat datang 2015.
