Kamis, 08 Januari 2015

I Am Kopites



Gw termasuk cowok yang suka dengan sepak bola. Klub yang paling gw suka adalah Liverpool FC. Gw suka sama Liverpool FC sejak SMP kelas IX. Awal gw suka ama Liverpool tu begini ceritanya…

Waktu gw kelas IX SMP, temen-temen gw yang cowok pada suka ngobrol tentang sepak bola. Tiap kali jam istirahat, pasti ada aja yang ngajakin ngobrol tentang sepak bola. Dan gw waktu itu nggak paham sama sekali tentang klub2 sepak bola, boro2 klub luar negeri, klub dalam negeri aja gw nggak paham karena waktu itu gw emang nggak begitu suka dengan sepak bola. Waktu itu yang sering gw tonton ya semacam Telletubbies, Dora, sama yang paling bagus menurut gw waktu itu adalah Power Ranger (anak-anak banget kan?). Sampe2 tiap hari minggu pagi pasti rebutan remot ama adik gw, sapa yang dapet remot duluan berarti itu yang menguasai TV.

Cowok2 satu kelas gw di kelas IX SMP lagi pada rame ngomongin tentang liga champions, waktu itu tahun 2005. Mau ikut ngobrol tpi gw gak paham bola, gak ikut ngobrol rasanya gw kesepian. Nah, karena gw nggak mau kudet masalah bola akhirnya tiap hari gw ngliatin berita bola yg biasanya disiarin jam 5 sampe jam 6 pagi. Jadi, sebelum berangkat sekolah gw sarapan sambil nonton berita bola itu. Hasilnya lumayan, lama kelamaan gw jadi paham masalah bola.

Setelah paham masalah bola, gw harus milih2 klub mana yang akan gw jadiin idola. Waktu itu gw bingung harus milih klub mana, karena masih sedikit pemain-pemain sepak bola dunia yang gw kenal. Setelah mencari-cari, akhirnya gw nemu. Kebetulan waktu itu tahun 2005 juara liga championnya adalah Liverpool FC, karena Liverpool menjadi juara itulah gw jadi mendukung Liverpool sampai sekarang, padahal sebenernya waktu itu gw gak paham banyak tentang para pemain Liverpool, yg gw tahu ya Gerrard. Kebangkitan Liverpool membalikkan keadaan dari ketertinggalan 3-0 dari AC Milan, hingga akhirnya memenangkan adu pinalti itulah yang membuatku tertarik mendukung LFC. Mungkin kalau waktu itu juaranya AC Milan gw bakalan jadi pendukungnya AC Milan.

Seperti itulah awal mula gw suka dengan Liverpool. Berarti sekarang gw udah 9 tahun dukung Liverpool FC. Selama gw dukung Liverpool gw merasakan keseruan tersendiri. Sampe sekarang temen-temen deket gw gak ada yg sama kayak gw dukung Liverpool, kebanyakan pada mendukung klub-klub semacam MU, Arsenal, AC Milan, Inter, Barcelona, dll.

Di musim ini LFC prestasinya anjlok, setelah ditinggal Suarez. Semoga Januari ini LFC bisa mendapatkan striker yang levelnya sama dengan Suarez bahkan bisa lebih.

Ada 2 pesan hebat yang bisa diambil dari Liverpool FC. Pertama, You’ll Never Walk Alone. YNWA adalah anthem milik Liverpool FC yang memiliki makna bahwa kita hidup di dunia ini tidak akan pernah berjalan sendirian. Saat ada masalah datang menimpamu, teruslah berjuang, jangan menutup diri terhadap sekitar, percayalah akan ada banyak orang yang peduli dan membantumu. Kedua, Nothing Is Imposible, tidak ada yang tidak mungkin. Itulah kesimpulan yang dapat diambil dari moment final liga champions tahun 2005, saat mempertemukan LFC dan AC Milan. Babak pertama LFC tertinggal 0-3, sudah ada banyak orang yang memastikan bahwa AC Milan pasti akan menjadi juara karena skor sudah terlihat meyakinkan. Namun, nothing is imposible, di babak ke dua LFC berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Gerrard, Smicer, dan Alonso. Akhirnya pertandingan harus diselesaikan melalui adu pinalti. Betapa hebatnya perjuangan pemain LFC mereka berhasil menang adu penalti dan mengangkat trofi liga champions 2005. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau terus berjuang.

YNWA