Gw termasuk cowok
yang suka dengan sepak bola. Klub yang paling gw suka adalah Liverpool FC. Gw
suka sama Liverpool FC sejak SMP kelas IX. Awal gw suka ama Liverpool tu begini
ceritanya…
Waktu gw kelas IX SMP,
temen-temen gw yang cowok pada suka ngobrol tentang sepak bola. Tiap kali jam
istirahat, pasti ada aja yang ngajakin ngobrol tentang sepak bola. Dan gw waktu
itu nggak paham sama sekali tentang klub2 sepak bola, boro2 klub luar negeri,
klub dalam negeri aja gw nggak paham karena waktu itu gw emang nggak begitu
suka dengan sepak bola. Waktu itu yang sering gw tonton ya semacam Telletubbies,
Dora, sama yang paling bagus menurut gw waktu itu adalah Power Ranger
(anak-anak banget kan?). Sampe2 tiap hari minggu pagi pasti rebutan remot ama
adik gw, sapa yang dapet remot duluan berarti itu yang menguasai TV.
Cowok2 satu kelas gw
di kelas IX SMP lagi pada rame ngomongin tentang liga champions, waktu itu
tahun 2005. Mau ikut ngobrol tpi gw gak paham bola, gak ikut ngobrol rasanya gw
kesepian. Nah, karena gw nggak mau kudet masalah bola akhirnya tiap hari gw ngliatin
berita bola yg biasanya disiarin jam 5 sampe jam 6 pagi. Jadi, sebelum
berangkat sekolah gw sarapan sambil nonton berita bola itu. Hasilnya lumayan,
lama kelamaan gw jadi paham masalah bola.
Setelah paham
masalah bola, gw harus milih2 klub mana yang akan gw jadiin idola. Waktu itu gw
bingung harus milih klub mana, karena masih sedikit pemain-pemain sepak bola
dunia yang gw kenal. Setelah mencari-cari, akhirnya gw nemu. Kebetulan waktu
itu tahun 2005 juara liga championnya adalah Liverpool FC, karena Liverpool menjadi
juara itulah gw jadi mendukung Liverpool sampai sekarang, padahal sebenernya waktu
itu gw gak paham banyak tentang para pemain Liverpool, yg gw tahu ya Gerrard. Kebangkitan
Liverpool membalikkan keadaan dari ketertinggalan 3-0 dari AC Milan, hingga
akhirnya memenangkan adu pinalti itulah yang membuatku tertarik mendukung LFC. Mungkin
kalau waktu itu juaranya AC Milan gw bakalan jadi pendukungnya AC Milan.
Seperti itulah awal
mula gw suka dengan Liverpool. Berarti sekarang gw udah 9 tahun dukung
Liverpool FC. Selama gw dukung Liverpool gw merasakan keseruan tersendiri.
Sampe sekarang temen-temen deket gw gak ada yg sama kayak gw dukung Liverpool, kebanyakan
pada mendukung klub-klub semacam MU, Arsenal, AC Milan, Inter, Barcelona, dll.
Di musim ini LFC
prestasinya anjlok, setelah ditinggal Suarez. Semoga Januari ini LFC bisa
mendapatkan striker yang levelnya sama dengan Suarez bahkan bisa lebih.
Ada 2 pesan hebat
yang bisa diambil dari Liverpool FC. Pertama, You’ll Never Walk Alone. YNWA adalah anthem milik Liverpool FC yang
memiliki makna bahwa kita hidup di dunia ini tidak akan pernah berjalan
sendirian. Saat ada masalah datang menimpamu, teruslah berjuang, jangan menutup
diri terhadap sekitar, percayalah akan ada banyak orang yang peduli dan
membantumu. Kedua, Nothing Is Imposible,
tidak ada yang tidak mungkin. Itulah kesimpulan yang dapat diambil dari moment final
liga champions tahun 2005, saat mempertemukan LFC dan AC Milan. Babak pertama
LFC tertinggal 0-3, sudah ada banyak orang yang memastikan bahwa AC Milan pasti
akan menjadi juara karena skor sudah terlihat meyakinkan. Namun, nothing is
imposible, di babak ke dua LFC berhasil menyamakan kedudukan melalui gol
Gerrard, Smicer, dan Alonso. Akhirnya pertandingan harus diselesaikan melalui adu
pinalti. Betapa hebatnya perjuangan pemain LFC mereka berhasil menang adu
penalti dan mengangkat trofi liga champions 2005. Tidak ada yang tidak mungkin
kalau kita mau terus berjuang.
YNWA